Forum

Total Post :

Posted 05 August 2017 18:13:34 pm


 Legislator Papua, Emus Gwijangge menyebutkan sama pendapat bila Service Pengadaan Dengan Elektronik (LPSE) ditutup, karena dipandang tidak untungkan orang asli Papua terlebih beberapa entrepreneur, seperti apa yang dikeluhkan kontraktor asli Papua minggu kemarin.

Ia menyebutkan, LPSE sampai kini tidak mengakomodir kontraktor asli Papua. Mereka senantiasa susah memenangi tender atau kalah berkompetisi dengan beragam argumen.

" Bila hadirnya LPSE tidak untungkan serta memberi peluang pada kontraktor asli Papua, tambah baik system lelang pekerjaan dikembalikan ke tiap-tiap SKPD, " kata Emus, Senin (24/7/2017).

Tuturnya, hadirnya LPSE harusnya bisa memberi buat orang asli Papua berkompetisi, tetapi yang berlangsung malah demikian sebaliknya. Hadirnya LPSE merugikan serta buat kontraktor asli Papua tersingkir, walau sebenarnya banyak diantara mereka yang mempunyai kekuatan serta perlengkapan mencukupi.

" LPSE ini saya tidak tahu, apakah lembaganya atau beberapa orang di dalamnya yang salah. Harusnya LPSE ada merangkul orang asli Papua. Tetapi sampai kini, umumnya yang lolos tender yaitu beberapa orang non Papua, ” katanya.

Menurut dia, bila memanglah kontraktor asli Papua telah penuhi prasyarat, harusnya tidaklah perlu dipersulit. Janganlah seolah-olah ada ketentuan yang berniat di buat tidak untuk melepaskan entrepreneur asli Papua.

" Banyak aduan ke DPR Papua, LPSE itu cuma normalitas yalla shoot. Beberapa orang yang bermain di dalamnya. Mesti kasih peluang pada putra daerah yang telah mempunyai perusahaan serta perlengkapan mencukupi, " tuturnya.

Hal yang seirama disebutkan anggota Komisi IV DPR Papua bagian infrastruktur, Thomas Sondegau. Ia menyebutkan, Unit Service Pengadaan (ULP) ataupun LPSE mesti dievaluasi pada proses system pelelangan yang sampai kini berada di instansi itu.

Menurut dia, tidak disangkal di Papua, entrepreneur dari luar lebih menguasai project di pemerintahan atau lembaga yang lain di Papua.

“Apakah entrepreneur Papua tidak dapat? Atau seperti apa, " kata Thomas.

Walau sebenarnya lanjut dia, dengan kasat mata banyak entrepreneur asli Papua yang mempunyai kwalifikasi serta perlengkapan yang ideal.

" Harusnya bagaimana entrepreneur asli Papua bisa diberdayakan. Tetapi memanglah tidak disangkal ada oknum entrepreneur Papua yang nakal. Telah diberi pekerjaan, tetapi pekerjaan itu di jual pada entrepreneur beda, " paparnya di live streaming


Showing : 1 Records