Forum

Total Post :

Posted 12 June 2018 23:42:52 pm


Semenjak memimpin Indonesia pada tahun 2014, pemerintahan Jokowi dibebani utang oleh pemerintahan sebelumnnya. Bahkan hingga kini isu mengenai hutang Indonesia yang terus membengkak turut menjadi sasaran empuk olah para kritikus.
 
Menanggapi hal tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara, bahkan dirinya menyebut jika utang Indonesia justru mengalami tren penurunan pada setiap tahunnya. Selama ini pemerintah di bawah pimpinan Presiden Jokowi terus berusaha agar utang Indonesia terjaga pada target yang sudah ditetapkan.
 
Sri Mulyani juga menambahkan, jika hal tersebut pemerintah lakukan sesuai dengan apa yang telah diatur pada undang-undang keuangan, dimana setiap tahunnya Indonesia tidak boleh utang lebih dari 3 % dari total kue ekonomi nasonal.
 
Selain itu, ia juga menerangkan, jika pada tahun 2016 utang Indonesia berada pada angka 2,99 persen dari produk domestik bruto senilai Rp 14.000 triliun. Kemudian pada tahun 2017 turun menjadi 2,55 persen, lalu pada tahun 2018 kembali turun menjadi 2,19 persen. Tahun depan pemerintah menargetkan utang Indonesia kembali turun dibawah 2 persen. Cara bobol wifi lewat android 2018
 
Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa batas maksimal total utang tidak boleh lebih dari 60 persen PDB nasional. Oleh sebab itu, apabila melihat PDB Indonesia yang mencapai Rp 14.000 triliun, batas maksimal utang hanya bisa mencapai sebesar Rp 8.400 triliun. Sedangkan utang indonesia aru sekitar Rp4.000 triliun. Itu artinya masih bisa hutang lagi.
 
Sebelumnya banyak pihak-pihak yang memojokan  pemerintah terkait utang negara yang terus membengkak untuk membangun infrastruktur. Sri Mulyani  yang juga merupakan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut jengkel dengan hal tersebut. Ia juga mengaku apa yang dirinya lakukan tidak seenaknya saja semua sudah sesuai undang-undang.
 
Sejauh ini, pemerintah mengklaim jika utang yang dilakukan pemerintah sebelumnya juga tsudah dibayarkan, akan tetapi pemerintah saat ini melakukan pengajuan utang baru. Adanya utang baru itu merupakan dampak dari neraca perdagangan nasioanal yang terus mengalami defisit.
 
Salah satu penyebab defisit adalah tingginya kebutuhan belanja negara, diantarannya adalah subsidi dari pemerintah untuk dapat menurangi beban masyarakat. Namun disisi lain pemerintah juga harus membiyayai program infrastruktur.


Showing : 1 Records