Forum

Total Post :

Posted 10 July 2018 13:00:55 pm


Proyek pembangunan Masjid Agung Bogor di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah akan segera dilanjutkan. Pasalnya, kepastian pemenang proses lelang yang dimulai sejak Mei 2018 sudah menemui titik terang.

Pembangunan dan lelang kali ini dianggap aman dikarenakan adanya pendampingan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor.
Informasi yang dihimpun dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor, ada delapan kontraktor yang mengikuti lelang proyek Rp9,6 miliar. Setelah dievaluasi, terpilihlah PT Alvarini Gemilang sebagai pemenang, dengan nilai penawaran sebesar Rp8.697.815.390.

Kasubag Pengadaan Barang Kota Bogor Aryamehr Khomsa mengatakan, dalam eproc atau LPSE Kota Bogor sudah keluar hasilnya pada Jum'at (28/6) malam.
"Ya sudah ada hasilnya, jadi saat ini masih dalam waktu masa sanggah. Kalau nanti tidak ada sanggahan, kontrak akan dilakukan pada Kamis (5/7)," ungkapnya saat dihubungi pada Senin (2/7/2018) siang.

Arya melanjutkan, peserta yang mendaftar lelang masjid Agung ini sebanyak 84 perusahaan. Namun hanya 8 perusahaan yang mengajukan penawaran.
Dia yakin lelang dan pengerjaan proyek masjid Agung kali ini sesuai harapan dan target karena ada pendampingan dari Tim www yalla shoot Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah
(TP4D).
"Antisipasi kejadian yang lalu, kami ada pendamping dari kejaksaan. Jadi bisa disebut kali ini aman," tambahnya.
Kepala Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan (Adalbang) Setda Kota Bogor Rahmat Hidayat mengatakan, sesuai jadwal, Sabtu (30/6) lalu sudah memulai masa sanggah hingga Rabu (4/7) nanti, sebelum ada surat penunjukkan dan penandatanganan kontrak.

"Hingga akhir bulan Juli, sekarang sedang masuk pembuatan berita acara hasil pelelangan sampai nanti 5 Juli. Dari delapan perusahaan yang memberikan penawaran, dipilih tiga tertinggi penawarannya dari yang termurah," tuturnya.

Rahmat melanjutkan, kemudian dievaluasi administrasi dan teknisnya. Yang satu, tidak dapat membuktikan SKA Asli untuk Ahli Teknik Mekanikal ?" Madya, Ahli Teknik Proteksi Kebakaran ?" Madya, dan SKT asli tukang perancah besi, tukang pekerjaan baja, tukang las atau welder gas dan Electric Welder, serta juru gambar.
"Sedangkan satunya lagi SIUJK dan SBUJK sudah habis masa berlakunya. PT Alvarini Gemilang diketahui beralamatkan Kompleks Rukan Cempaka Mas, Kelurahan Sumurbatu, Jakarta Pusat," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, terkait keterlambatan pembangunan masjid tersebut Bima menjelaskan, awalnya ada keterlambatan karena faktor teknis dan desain sehingga pengerjaannya tidak terserap maksimal.
"Itu persoalan yang paling utama. Kemudian sebelumnya tahun 2017 dianggarkan kembali untuk melanjutkan pembangunan tetapi gagal lelang sebanyak dua kali. Gagal lelang ini dikarenakan tidak ada perusahaan yang memenuhi kualifikasi. Tahun ini sudah kami anggarkan kembali sesuai kemampuan APBD Kota Bogor sekitar Rp10 miliar," bebernya.

Bima melanjutkan, dana Rp10 miliar untuk melanjutkan pengerjaan di lantai dasar. Diketahui 29 Juni pengumuman pemenang lelang, diusahakan bulan Juli mulai dibangun dan Desember sudah selesai sehingga Januari 2019 lantai dasar sudah bisa digunakan.
"Untuk tahun 2019 akan dianggarkan lagi sebesar Rp16 miliar untuk pembangunan lantai atas. Demikian pula tahun 2020 akan dianggarkan lagi. Penganggaran ini merupakan komitmen Pemkot Bogor untuk melanjutkan pembangunan masjid Agung agar bisa segera digunakan," kata Bima.

Selain menggunakan dana APBD, Pemkot Bogor juga akan melakukan upaya untuk meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Namun paling tidak kita siapkan dulu alokasi dari APBD. Tidak mungkin hanya mengandalkan anggaran hanya dari provinsi saja," pungkasnya.


Showing : 1 Records