Forum

Total Post :

Posted 13 October 2017 01:08:20 am


 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah beberapa tempat berkaitan penyidikan masalah sangkaan korupsi project penambahan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis, Riau th. biaya 2013-2015 yang sudah menjerat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, M Nasir. Waktu project ini bergulir, Nasir adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Bengkalis.

Jubir KPK, Febri Diansyah menyebutkan, untuk mengusut masalah ini, tim yalla shoot penyidik menggeledah beberapa tempat di Pekanbaru, Bengkalis, Dumai serta Pulau Rupat mulai sejak Senin (7/8) sampai Rabu (9/8). Di Pekanbaru, tim penyidik menggeledah tempat tinggal bekas Bupati Bengkalis, Herlyan Saleh. Project jalan Batu Panjang-Pangkalah Nyirih dengan biaya sekitaran Rp 495 miliar sebagai bancakan Nasir bergulir waktu masa kepemimpinan Herlyan.

Terkecuali tempat tinggal Herlyan, di Pekanbaru, tim penyidik juga menggeledah tempat tinggal Nasir. Sesaat di Bengkalis, tim penyidik menggeledah kantor Dinas PU, kantor Pemda serta kantor LPSE dan tempat tinggal seseorang saksi bernama Hurry Agustianri yang disebut sub-kontraktor project ini.

" Sesaat di Kota Dumai, tim penyidik menggeledah tempat tinggal saksi bernama Hermanto serta menyegel ruang di Tempat tinggal Dinas Sekda Dumai. Sedang di Pulau Rupat tim penyidik menggeledah kantor PT Mawatindo Road Construction serta tempat tinggal atau saksi bernama Hasyim, " tuturnya.

Dari penggeledahan di beberapa tempat ini, tim penyidik mengambil alih beberapa dokumen, tanda bukti elektronik berbentuk HP serta hard disk dan dua sepeda motor dari kantor PT Mawatindo Road Construction.

Di ketahui, KPK resmi menginformasikan penetapan Sekretaris Daerah Kota Dumai, M Nasir jadi tersangka masalah sangkaan korupsi project penambahan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, di Bengkalis, th. biaya 2013-2015, Jumat (11/8). Waktu project ini berjalan, Nasir adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis.

Tidak cuma Nasir, dalam masalah ini, KPK juga mengambil keputusan Direktur Paling utama PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar jadi tersangka.

Nasir serta Hobby disangka dengan melawan hukum lakukan perbuatan memperkaya sendiri atau orang yang lain atau satu korporasi yang bisa merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam project penambahan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih selama 51 km. lebar 6 mtr..

Karena perbuatan ke-2 tersangka, keuangan negara ditaksir menanggung derita kerugian sampai Rp 80 miliar dari biaya yalla sport yang dimaksud menelan sekitaran Rp 495 miliar. Ke-2 tersangka didugakan tidak mematuhi Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Th. 1999 seperti dirubah dengan UU Nomor 20 Th. 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.


Showing : 1 Records