Forum

Total Post :

Posted 10 January 2018 11:01:15 am


Beberapa project fisik th. biaya 2017 yang ditangani lewat Dinas Pekerjaan Umum serta Pengaturan Ruangan (PUPR) Kabupaten Pelalawan, di ketahui tidak usai pelaksanaannya oleh kontraktor pelaksananya hingga batas saat yang diputuskan.

Menyikapi hal semacam ini, Ketua Komisi III DPRD Pelalawan Imustiar begitu menyayangkan kemampuan relasi yang menurut dia tidak profesional. Pada beberapa mass media dia mengemukakan kekecewaanya atas mangkraknya pelaksanaan beberapa project pemda itu.

" Saya nilai kemampuan relasi tidak maksimal, karna mereka tidak dapat merampungkan pekerjaannya, kita juga tidak ingin terima apapun itu argumen mereka, sebab sesudah mereka dinyatakan jadi pemenang (tender) semestinya sebagai kontraktor profesional mereka telah memprediksi resikonya hingga dapat mengakali sedini mungkin saja supaya pekerjaan mereka dapat dikerjakan pas saat, " tuturnya di ruangan kerjanya, Selasa (9/1/2018).

Dia menyebutkan, bila aktivitas th. 2017 masih tetap ada yg tidak teratasi jadi begitu disayangkan sebab tidak juga akan ada pelaksanaan kelanjutan karna terbatasnya biaya.

" Cobalah bila semuanya pekerjaan itu usai ditangani, paling tidak dapat menaikkan aset bangunan kita di Pelalawan serta dapat memberi faedah untuk orang-orang di daerah, " tuturnya.

Atas kekesalan karena ada pekerjaan yg tidak rampung itu, Imustiar merekomendasikan Kadis PUPR Kabupaten Pelalawan memutus kontrak kerja dengan perusahaan pemenang tender itu. " Ya, dengan sangat terpaksa saya anjurkan pada Kadis PUPR Kabupaten Pelalawan supaya memutus kontrak kerja dengan relasi pemenang tender itu, karna kita menilainya kontraktor itu tidak profesional, " ungkap dia.

Dengan terpisah, Kepala Dinas PUPR Hasantua Tanjung, menyebutkan, paling tidak ada empat project yang pelaksanaannya mangkrak. Paket project pekerjaan yang tidak usai itu semuanya dibiayai lewat Biaya Pendapatan serta Berbelanja Daerah (APBD) Kabupaten Pelalawan 2017.

Disebutkan Hasantua Tanjung, dari empat project yang tidak selesai, satu paket salah satunya tetaplah dilanjutkan sesuai sama ketentuan yang ada. Sedang tiga paket sekali lagi diputus kontrak karna kontraktor tidak mampu merampungkan pekerjaan sampai akhir masa kontrak.

" Yang tempat tinggal dinas telah 91 %. Itu dilanjutkan dengan memberlakukan harga samsung galaxy denda sesuai sama ketentuan. Sedang tiga paket sekali lagi diputus kontrak. Mungkin saja juga akan dilanjutkan th. ini atau th. depan, " papar Hasantua Tanjung.

Seperti ditulis di situs Lpse. pelalawankab. go. id, kalau ke-4 paket project itu sudah ikuti prosedur pelelalangan lewat Tubuh Service Pengadaan Barang serta Jasa (LPBJ) Kabupaten Pelalawan. Seperti paket perbaikan tempat tinggal dinas Bupati Pelalawan dengan pagu biaya Rp6. 418. 015. 000 yang dimenangkan oleh PT Superita Indoperkasa. Kontraknya diperpanjang 50 hari ke depan dengan dikenai denda. Sesaat progres pekerjaan masih tetap 91 %.

Sedang yang kontraknya diputus yaitu paket optimalisasi pembangunan gedung serta lanscape halaman Sekolah Tinggi Tehnologi Pelalawan (ST2P) step l di Kecamatan Langgam. Dimana pagu biaya sebesar Rp3. 862. 700. 000 yang ditangani oleh kontraktor PT Negeri Selayang Pandang. Kontrak diputus karna tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sampai akhir masa pelaksanaan.

Setelah itu pembangunan jalan Danau Kajuid - Jalan Langgam yang terdapat di pangkal jembatan Langgam, dengan type pekeraan penumpukan. Project ini menyedot biaya Rp3. 398. 142. 000. Pemenang tender, PT Multi Konstruksi Mandiri, tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya sampai masa kontrak selesai.

Paling akhir, pembangunan gedung Kantor Camat Langgam dengan biaya Rp4. 499. 967. 000. Project ini dimenangkan oleh PT Riau Partner Usaha, serta bebrapa sekali lagi kontraknya diputus Dinas PUPR. Berdasar pada ketentuan, bila kontrak diputus karna ketidakmampuannya relasi merampungkan pekeraan, perusahaan itu juga akan di-blacklist.


Showing : 1 Records