Forum

Total Post :

Posted 12 January 2018 08:42:07 am


 Hasil tiga penentuan gubernur (pilgub) di Pulau Jawa pada 2018 dinilai bukanlah jadi acuan pencapaian nada penentuan presiden th. depan, walau menurut Komisi Penentuan Umum, pada pemilu 2014 persentase pemilih di Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur menjangkau 48% nada nasional.

Jadi kemenangan telak di tiga lokasi itu dalam pilkada pada Juni yang akan datang -kata Kepala Pusat Riset Politik LIPI, Firman Noor- tidaklah jaminan untuk partai atau koalisi disana untuk mengantarkan kemenangan untuk calon presiden supportnya.

" Naif bila berasumsi Jawa perlu serta tidak mengurusi daerah yang beda. Berarti tetaplah diperlukan peran nada dari daerah luar Jawa, " kata Firman di Jakarta, Kamis (11/01). " Selanjutnya hasil akhir pilpres akan di pengaruhi beragam aspek, diantaranya ketokohan, support finansial, jaringan politik, serta mass media, " imbuhnya.

Tetapi Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Yandri Susanto, mengatakan kemenangan pada tiga pilgub di Jawa juga akan buat pekerjaan partai politik serta calon presiden lebih enteng untuk hadapi Pilpres 2019. Kekalahan PDI-P dalam pilgub Banten serta DKI Jakarta th. 2017, menurut penilaian Yandri, buat Presiden Joko Widodo tertekan.

Untuk pilpres th. depan, Jokowi paling tidak telah didukung PDIP, Golkar, serta NasDem hingga -tambah Yandri lagi- Jokowi mengharapkan beberapa calon gubernur dari PDI-P dapat memenangi tiga pilgub di Jawa th. 2018.

Di bagian beda, ia mengatakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ada diatas angin karna calon yang diusung partai pimpinannya berhasil memenangi pilgub Banten serta DKI. " Kalau di Jawa Barat koalisi PAN-PKS-Gerindra yang kelak menang serta demikian halnya di Jawa Tengah, saya sangka Jokowi juga akan gemetar. Jadi dia pastinya akan habis-habisan memenangi calonnya th. ini, " kata Yandri.

Di Jawa Barat, koalisi Gerindra, PKS, serta PAN mengusung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu disamping itu, PDI-P mencalonkan Tubagus Hassanudin-Anton Charliyan. Bagaimanapun Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo Pareira, tidak sama pendapat serta nonton tv online  menyatakan partai politik tidak bisa membanderol hasil pilpres hanya dari hasil pilgub. " PDIP berasumsi semua daerah itu perlu, " katanya.
Keuntungan partai

Andreas menilainya pilgub serta pilpres mempunyai ciri-khas yang berlainan semenara koalisi antarpartai politik dalam dua perhetalan itu juga, imbuhnya, relatif tidak tetaplah. Umpamanya saja PDI-P serta Gerindra yang berseberangan dalam pilpres 2014 tetapi jadi setuju mengusung calon yang sama untuk pilgub Jawa Timur serta Sulawesi Selatan untuk Pilkada 2018. Lalu, apa keuntungan satu partai bila memenangi pilgub?

Menurut Firman, partai politik paling tidak bisa mencapai dua modal perlu jika calon yang mereka angkat memenangi pilkada, yakni kedekatan dengan entrepreneur dan kuasai jaringan birokrasi. " Support modal dari entrepreneur serta birokrat yang berbudaya ewuh pakewuh (sungkan) pada pimpinan dapat digunakan partai politik dengan segera atau tidak segera, baik legal atau ilegal, " kata Firman.


Showing : 1 Records