Forum

Total Post :

Posted 26 February 2018 18:55:34 pm


20 Pemuda di seluruh Indonesia, dilatih pertanian ala Jepang di Banyuwangi. Selama 6 bulan, mereka akan berlatih menjadi petani yang memiliki mindset pekerja keras, dengan pengetahuan pertanian yang baik dan kedisiplinan tinggi.

Pelatihan petani muda dengan mendatangkan pelatih dari OISCA Jepang dan Institut Pertanian Bogor (IPB) digelar di Perkebunan Alasrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Senin (26/2/2018).

Direktur Utama PT Jayamerta Agung Benny Mardani mengatakan selain pihaknya, beberapa pihak yang terlibat dalam program ini antara lain, OISCA Jepang dan Etos Agro. Kegiatan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 35 tahun yang lalu.

"Sudah ada 5 ribu alumni pelatihan serupa di Sukabumi Jawa Barat dan Karanganyar Jawa Tengah sejak 35 tahun lalu," ujarnya kepada detikcom, Senin (26/2/2018).

Selain menumbuhkan generasi petani muda, kata Benny, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan pemuda-pemudi dengan maindset petani yang canggih.

"Kita utamakan pertanian dengan etos kerja yang baik, displin, dan mandiri, serta pertanian yang ramah lingkungan yang sustainable," kata Benny.

Dia juga berencana membangun pusat riset pertanian di perkebunan yang tidak terlalu jauh dari pantai itu. Mereka terdiri dari 13 pemuda Banyuwangi, 2 pemuda Poso Sulawesi Tengah, dan 5 pemuda Rote Nusa Tenggara Timur itu akan digembleng selama 6 bulan.

"Bulan pertama akan mereka lalui dengan pelatihan dasar kedisiplinan, melakukan berbagai hal secara tepat waktu, hingga pelajaran baris-berbaris. Bulan kedua, mulai memasuki materi pertanian," ujar Kepala Perkebunan Alasrejo Basoenondo, kepada wartawan.

Setelah mendapatkan materi pertanian hingga Bahasa Jepang, semua siswa ditugaskan untuk mengelola lahan perkebunan dengan luasan tertentu. Total luas Perkebunan Alasrejo sendiri sekitar 279 hektare yang didominasi tanaman kapuk.

Setelah lulus dalam pelatihan 1 semester ini, siswa diperbolehkan bekerja pada perkebunan atau memilih tempat kerja lain.

"Harapannya mereka mampu mengambil keputusan bertani dan tahu dengan risiko. Akhirnya bisa berjalan dengan sistim pertanian yang benar," kata Basoenondo.

Sementara Pramitha Eka Ayuningtyas (19), salah satu peserta asal Banyuwangi mengaku kegiatan ini yalla shoot sangat bermanfaat bagi dirinya. Sejak lulus sekolah, dirinya hanya berada di rumah dan tak bekerja. "Ini menjadi tantangan baru dan mengentaskan pengangguran," ujarnya.


Showing : 1 Records