Forum

Total Post :

Posted 07 March 2018 19:34:16 pm


Dalam rencana wujudkan kemandirian pangan, beberapa petani di Kabupaten Flores Timur tengah meningkatkan pertanian organik. Sebelumnya berpindah ke system pertanian berbasiskan alam ini, beberapa petani membuat kebun belajar.


Kebun itu dipakai jadi laboratorium lapangan, sekalian pusat belajar tentang langkah bertani organik. Kesempatan ini, Ayu Tani Mandiri, satu instansi swadaya orang-orang (LSM) pertanian dengan pemerintah setempat mengadakan diskusi bertopik kemandirian pangan di kebun itu.

Diskusi yang di gelar di Desa Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur itu mengulas segalanya yang terkait dengan kemandirian pangan. Direktur Yayasan Ayu Tani, Thomas Uran menyatakan terdapat banyak pertimbangan perlu hingga diskusi ini diadakan. Pertama, kata dia, pangan yaitu keperluan basic.

" Tak ada pangan, manusia atau orang-orang juga akan kelaparan bahkan juga mati, " terang Thomas, dalam info tetulis, Jumat (23/2).

Menanti supply pangan dari luar, menurut Thomas, bermakna menanti kelaparan. " Keadaan ini tengah berlangsung. Terdapat beberapa aspek yang mengakibatkan terjadinya keadaan ini, salah nya ialah sentuhan tehnologi pupuk serta pemupukan. Tidak dapat dijauhi kalau orang-orang petani di lokasi ini belum juga banyak yang mengaplikasikan pupuk untuk penambahan produksi, " tutur Thomas.

Dia menyebutkan, orang-orang masih tetap tergantung pada kesuburan alamiah tanah, serta hal semacam ini telah susah berlangsung saat system ladang beralih telah berpindah jadi ladang tinggal.

" Menambahnya jumlah angkatan kerja di bidang (pertanian) ini dan terbatasnya luasan lahan kelola, jadi pilihan bijak yaitu ladang tinggal dengan mengaplikasikan tehnologi pas manfaat, serta salah nya ialah tekonologi aplikasi pupuk, " tuturnya.

Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli menyebutkan, dari bagian komposisi jumlah masyarakat, sebagian besar orang-orang Flores Timur yaitu petani. Atas basic itu, Pemkab merencanakan menaikkan jumlah biaya untuk pertanian.

Prinsip ini, kata dia, telah mulai dibuktikan dengan menambah biaya di bidang pertanian yang menjangkau 300% dari biaya bidang pertanian th. terlebih dulu. " Itu baru kebijakan biaya di tingkat kabupaten. Di tingkat desa, harusnya memperhitungkan aspek komposisi masyarakat, " ungkap Agus.

Terdapat beberapa hal yang dapat dikerjakan untuk bidang pertanian, kata dia, yaitu pertanian juga akan dapat menangani beragam masalah. " Salah satunya yaitu masalah pangan sebagai keperluan basic, serta masalah tenaga kerja, " imbuhnya.

Lewat menambahkan biaya pada bidang pertanian, Agus mengharapkan Flores Timur dapat membuat kesempatan lapangan kerja untuk orang-orang. " Bidang pertanian, dapat akan bersentuhan dengan industri, apabila rantai pertanian diperpanjang dalam satu kesatuan rantai pertanian, " kata Agus.

Terkait dengan kebun belajar, Agus mengingatkan kalau kebun belajar adalah hal perlu yang harus dikerjakan sekarang ini dalam kerangka mensupport spirit program kepala daerah yakni “selamatkan petani”.

Menurutnya, dalam th. 2018 ini, harusnya di semuanya Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Flores Timur mesti telah dapat menunjukkan ada kebun belajar bertani organik, juga kebun belajar beternak.

" Kita harus memberikan diri pada petani dalam semangat pertanian organik, karna pendekatan yalla shoot ini lebih menanggung ada keberlanjutan usaha untuk periode panjang. Jika pertanian organik telah berhasil kita lakukan di lokasi ini jadi kita tengah menuju rencana hidup yang berkepanjangan. Cuma dengan pergerakan bertani organik, kita menanggung usaha serta kehidupan yang berkepanjangan di lokasi ini, " pungkas Agus.


Showing : 1 Records