Forum

Total Post :

Posted 30 May 2017 19:59:56 pm


 Polda Sumut menyatakan tulisan provokatif berkaitan pemukulan Imam shalat tarawih di Padangsidimpuan yang mengedar didunia maya, tidak akurat. Polisi menyebutkan, berita itu adalah peristiwa yang sudah lama berlangsung.

Dalam tulisan yang di buat oleh akun Facebook Emma Rahmah Hasjim itu, tertulis kalau pemukulan pada Imam bernama M Nabis Batubara (65) berlangsung pada Sabtu (27/5/2017) malam. Nabis yang tengah jadi Imam shalat tarawih, mendadak dipukul oleh oknum Polres Padangsidimpuan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, meyakinkan kalau tulisan itu tidak benar dengan kata lain hoax. Menurutnya, tak ada pemukulan pada Imam yang berlangsung pada 27 Mei 2017. Akun itu, lanjutnya, mengutip kabar berita yang telah lama berlangsung, yaitu pada Juli 2013.

" Itu berita bohong. Saat peristiwa berita itu bohong. Ada usaha provokasi, terutama pada bln. Ramadhan. Peristiwa itu berlangsung th. 2013 serta direpost kembali, " kata Rina, Senin (29/5).

Dalam tulisan itu dijelaskan nama Kapolres Padangsidimpuan yaitu AKBP Budi Hariyanto. Walau sebenarnya, sekarang ini, jabatan Kapolres Padangsidimpuan di isi oleh AKBP Andy Nurwandy. Rina juga menyebutkan kalau masalah pemukulan itu sudah diolah ke meja hijau.

" Kasusnya telah lama diakukan di Polda Sumut pada th. 2013 serta oknum yang berkaitan sudah lama ditahan serta dijatuhi pidana, " tutur dia.

Rina menyampaikan, pihaknya sudah mengerahkan tim Subdit Cyber Crime untuk menelusuri pelaku yang menebarkan berita hoax itu. Polda Sumut juga mengimbau semua orang-orang supaya tidak yakin pada berita bohong itu. Orang-orang disuruh tidak segera terpancing oleh tindakan provokasi yang disebar oleh oknum tidak bertanggungjawab.

" Diimbau pada orang-orang selalu untuk lakukan penelusuran niat puasa arafah kebenaran info yang memprovokasi serta bisa dilaporkan pada kepolisian, " kata Rina.


Showing : 1 Records