Berita

Kota Semarang Berbagi Pengalaman Dalam Pembentukan Katalog Lokal


Dibuat pada 29 May 2017 oleh Aditya Kurniawan


 646x dilihat

Berita

Denpasar – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bekerjasama degan Setda Provinsi Bali menggelar Sosialisasi e-catalogue dan e-purchasing, pada (23/05) lalu, di Denpasar, Bali. Penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman para peserta mengenai alur proses bisnis e-katalog, terutama mengenai Peraturan Kepala LKPP Nomor 6 Tahun 2016 tentang Katalog Elektronik dan E-Purchasing.

Dwi Satrianto selaku Kepala Subdirektorat Pengolaan Katalog LKPP dalam paparannya memberikan sedikit gambaran mengenai perkembangan aplikasi e-Katalog saat ini, yang dimana saat ini e-katalog terbagi menjadi tiga komoditas, yaitu Komoditas Nasional, Sektoral, serta Daerah, dan pada prinsipnya  semua jenis pengadaan baik konstruksi, jasa lainnya, dan barang semua masuk dalam ketiga komoditas katalog tersebut.

“Namun pada prinsipnya baik barang, konstruksi, jasa konsultansi, dan jasa lainnya bisa masuk dalam ketiga komoditas katalog tersebut,” Jelasnya.

Di Sosialiasasi E-Katalog dan e-Purchasing kali ini, Kota Semarang turut andil dalam berbagi pengalaman membangun katalog lokal. Sekretaris Daerah Kota Semarang, Adi Tri Hananto memaparkan saat ini Kota Semarang memiliki komoditas katalog lokal berupa mesin e-ticketing dan pekerjaan konstruksi seperti aspal.

Selain itu beliau juga menjelaskan butuh komitmen dan integritas dalam pelaksanaan katalog lokal ini, tidak hanya itu dukukan dari penyedia lokal pun menjadi salah satu faktor terwujudnya katalog lokal. Karena katalog lokal dapat menghidupkan UMKM di kota Semarang.

“Karena komitmen dan integritas dari pelaksana itu harus kuat, tahan godaan, dan kita juga butuh dukungan dari penyedia lokal untuk mewujudkan ini, jangan sampai pengadaan barang mematikan teman-teman UMKM yang ada di lingkungan kita,” imbuh Adi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Administrasi Pengadaan Barang/Jasa Setda Provinsi Bali mengungkapkan bahwa melalui e-katalog, dapat membantu proses percepatan pengadaan barang/jasa, pembelian bisa dilakukan secara langsung, biaya transaksi menjadi lebih murah karena tidak memerlukan tender untuk pembelian, sehingga pengelola pengadaan merasa nyaman dalam melaksanakan pengadaan. E-katalog saat ini masih didominasi produk nasional.

“Ke depannya semoga e-katalog lokal bisa semakin berkembang, sekaligus untuk meningkatkan akses pasar serta peran serta usaha kecil dan menengah di lingkup kabupaten dan kota,” tambahnya.


Sebelumnya       Selanjutnya