[SIARAN PERS] Gedung Baru LKPP Dirancang Open Space dan Egaliter

pada 10 Dec 2015

3 Menit

Dibuat Oleh

LKPP
0 

Dibaca sebanyak 5,267 kali


Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Selasa (8/12) secara resmi menempati gedung baru yang terletak di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan. Sebelumnya, LKPP menyewa kantor di gedung SME Tower di Jalan Jend Gatot Subroto.

Gedung baru LKPP akan menampung seluruh kegiatan seperti yang selama ini dilakukan diantaranya konsultasi pengadaan, troubleshooting LPSE, pelayanan masyarakat, negosiasi kontrak  e-katalog,  ujian sertifikasi,  dan kegiatan  administrasi  lainnya.  Ketersediaan  fasilitas yang lebih memadai diharapkan dapat memudahkan LKPP dalam memberikan layanan yang lebih prima.

Gedung LKPP memiliki 13 lapis lantai, terdiri atas dua lapis basement, 1 lapis ground, 1 lapis mezzanine,  1  lapis  untuk  aula,  ruang  ujian  dan  training  LPSE,  serta  8  lantai  lainnya  yang digunakan   untuk   ruang   kerja.   Adapun   gedung   baru   LKPP   menjadi   salah   satu  gedung pemerintah yang berkarakter kuat dan khas (well designed) dengan bentuk segitiga yang berwarna dasar biru.

Selain itu, gedung ini juga menyediakan  roof garden yang dapat digunakan sebagai tempat penyelenggaraan acara berkonsep outdoor. “Kita ingin menjadi pioneer, bahwa bangunan pemerintah bisa dramatis dan kreatif. Ini yang ingin kita perlihatkan kepada masyarakat,” Ujar Kepala LKPP Agus Prabowo.

Lanjut  Agus,  Gedung  LKPP  memiliki  konsep  egaliter  dan  transparan.  Hal  ini  diwujudkan dengan konsep open space dan banyaknya ruang terbuka di setiap lantai. Selain itu, terdapat "prasasti"   berupa   tapak   tangan   seluruh   pegawai   yang   ditempel   di   depan   lobby   dan pencantuman nama di beberapa bagian dinding kaca di setiap lantai.

Pembangunan gedung LKPP dimulai tahun 2012 melalui sayembara desain arsitektur gedung. Pemenang sayembara adalah Ardi Jahya dari PT Airmas Asri dan mendapatkan hadiah senilai Rp 400 juta dan terbesar sepanjang penyelenggaraan sayembara pemerintah. “Kita ingin memberi contoh untuk lebih menghargai brainware dalam negeri. Hanya ini cara untuk meningkatkan  daya saing kita. Karena saat ini pengadaan  jasa konsultasi  masih lemah dan tidak berkembang baik “ Kata Agus menyoal besaran hadiah sayembara.

Gedung LKPP menempati lahan seluas 4.709 m2  di Jalan Epicentrum Tengah Lot 11B bersebelahan  dengan  Gedung  ANTV.    Nilai  pagu  konstruksi  bangunan  Rp  123  miliar  dan dilelang secara elektronik dengan pemenang PT Waskita Karya. “Standar bangunan yang ditetapkan  oleh KemenPU untuk gedung pemerintah  adalah  Rp. 6,7 juta, Namun kami bisa mendapatkan harga satuan per meter Rp. 5,7 juta. “ tandas Agus.

Agus mengatakan  akan terus berupaya meningkatkan  kinerja yang lebih baik lagi dari yang selama ini sudah dilakukan terutama dalam sektor regulasi dan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. Namun ia juga mengharapkan semua pihak yang terlibat seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN -RB, Kementerian PU- PERA, Kementerian PPN/Bappenas  dapat bersinergi membangun ekosistem pengadaan agar belanja pemerintah menjadi baik.

 

An.   Kepala   Biro   Hukum,   Sistem

Informasi dan Kepegawaian

Kepala Bagian Sistem Informasi

Ttd

Selamet Budiharto

 

Sumber : www.lkpp.go.id


Berita Terkait